Keluhan

Tergedik bulu mata sang tua,
Melihat generasi seterusnya,
Bagai sudah hilang bahasa,
Terjelma hanya mainan mata.

Tergeleng sang pemuka kaunter,
Dengan suara bagai bergetar,
Menelaah pembeli gemar,
Kadang tak berlapik tegar.

Kurangnya masak kena tegur,
Tapi sebab masing-masing ego,
Takde sape mahu mundur,
Dua dua sama cannot go.

Terkesima manusia lain bangsa,
Kalau dulu berlapik manja,
Kini buat taktahu saja,
Membara itu umpama tak luar biasa.

Si arjuna cukup mengulat,
Sampai mana pun taktau tempat,
Syarah Sukarno semacam hebat,
Tapi cuma cakap yang lebat.

Disyarah lagi pasal kehidupan,
Macamnya dia kesian dekat orang Kelantan,
Tapi apa yang dia lakukan,
Zalimi orang setaman.

Tapi setiap apa yang berlaku,
Cuma mampu refleksi diriku.